SURAT DARI SURGA
PART 1:
5 juni 2005, yaa itu pertama kali rama melihat seorang gadis yang siapa sangka dia akan menjadi pasangannya kelak, saat itu rama baru pertama kali masuk di salah satu sekolah MTs di kotanya. Dia juga seperti gadis pada umumnya dan juga tidak ada yang terlalu spesial dari gadis itu, tapi entah kenapa jika hati sudah berrkata "iya" bahkan otakpun susah untuk menyangkalnya.
Namanya sinta, gadis 1 tahun lebih muda dari rama, mereka berkenalan waktu dikantin saat jam istirahat sekolah. Rama memberanikan diri mengajaknya berkenalan. Yaa waktu itu rama berpura-pura bertanya nama guru BP disekolah mereka "oiyaa mbak, nama guru BP itu siapa namanya? Saya agak lupa" tanya rama", ooh namanya pak junaidi "jawab sinta cetus". itu adalah obrolan pertama kali rama dan sinta, dan sejak saat itu mereka mulai sering mengobrol dan berawal dari obrolan itu juga mereka semakin akrab satu sama lain. Bahkan saat bell jam istirahat berbunyi rama atau sinta selalu menunggu sebuah lorong untuk menuju kantin tergantung siapa yang sampai duluan. dan tak jarang juga mereka bertaruh, siapa yang sampai duluan, dia yang menang, dan yang kalah akan mentraktir yang menang, itu mereka lakukan hampir setiap hari. Tapi terkadang tak jarang juga rama berpura-pura kalah hanya untuk menyenangkan hati sinta, maklum memang, mengalah terhadap pasangan adalah naluri seorang pria dan ditambah lagi "seorang wanita akan merasa dihargai ketika dia diperhatikan dan pria akan merasa dihargai ketika dia dibutuhkan", itu adalah pedoman yang selalu rama pegang hingga sekarang, singkat cerita, dihari ke 15 sejak mereka pertama kali berkenalan, rama ingat betul saat itu hari senin, ada yang aneh dari sinta, dia tidak seperti biasanya yang selalu ceria, tapi saat itu dia berbeda, dia lebih sering berdiam diri, ramapun mencoba bertanya padanya "kamu kenapa kok keliahatan aneh hari ini?" "tanya rama, "gk papa ram" "jawabnya sambil menyobek-nyobek kertas yang dia pegang". Tapi rama yakin pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan, entah apa itu. Hari itu pun berlalu dengan sangan membosankan. Rama mulai berfikir untuk menyelidikinya sendiri, sepulang sekolah diam-diam rama mengikutinya dari kejauhan. Sesampainya di jalan raya ada sebuah angkot yang memang menunggu anak-anak sekolah pulang. Sinta pun masuk ke angkot tersebut. Maklum memang, jarak sekolah dengan rumahnya agak jauh kira-kira 10km. Rama pun menaiki angkot berikutnya. Singkat cerita ada kejadian bodoh saat angkot sampai di gang menuju rumah sinta yaitu rama lupa kalau uangnya habis, rama pun berpura-pura memeriksa semua sakunya berharap ada sisa-sisa uang sembari berfikir apa yang harus ia lakukan. Nampak dari kejauhan sinta sudah agak jauh dari jalan raya. Dan terpaksa rama memberanikan diri untuk memanggilnya "siiiinnnn" sinta menoleh kearah rama dengan ekspresi seolah-olah terbesit didalam otaknya "apa yang dia lakukan disini" sinta pun menghampiri rama "looh kamu ngapain ngikutin aku?" tanya sinta, tanpa menjawab pertanyaannya ramapun langsung bertanya karena merasa tidak enak sama pak supir angkot "kamu ada uang buat bayar angkot gak"? Pinta rama, tanpa menjawab apa-apa sinta pun langsung membayar uang angkot tersebut. "astaga betapa bodohnya aku niat ingin memata-matai malah ngelakuin hal bodoh". Guman rama dalam hati.
Kemudian sintapun bertanya kembali "kamu ngapain ngikutin aku?" tanya sinta, "kamu hari ini aneh, makanya aku ngikutin kamu" jawab rama, "ayo aku ikut ke rumah kamu" pinta rama. "yaudah ayo" sinta berjalan terlebih dahulu merekapun mengobrol sedikit tapi sinta tidak membahas masalah apa yang dia hadapi dan itu membuat Rama semakin penasaran. sampailah dirumah sinta, rumah yang tidak begitu besar tapi banyak pepohonan di depan rumahnya termasuk pohon rambutan yang pernah ia ceritakan tempo hari, ia bercerita jika ia pernah disengat tawon ketika dia mengambil buah rambutan di pohon tersebut. "ayo masuk ram" pinta sinta, rama melihat ke kanan kiri tampaknya tidak ada seorangpun didalam rumah "orang tua kamu kemana sin?" tanya rama penasaran. Tapi sinta tidak menjawab pertanyaan rama "tunggu bentar ram, aku ganti baju dulu". Dia masuk kedalam kamarnya yang berada dipaling depan. Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar "ayo ikut aku ram" pintanya sambil mengeluarkan sepeda motor mio putih. "kemana sin?" tanya rama penasaran, "
udah ayook bawel". Saat itu juga otak rama mulai berfikir "mau dibawa kemana aku ini? Mau diantar pulang kah? Atau ke suatu tempat rahasia?".
Semua pertanyaan dalam hati rama mulai terjawab ketika mereka sudah sampai di sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari rumahnya. "siapa yang sakit sin? Kamu kok gk cerita sih kalau keluarga kamu ada yang sakit tau gitu aku tadi beli sesuatu sin" guman rama yang seakan-akan rama punya uang buat membeli sesuatu. "cerewet, ayoo masuk ram, mama ada di kamar belakang" pinta sinta. "haah? Jadi mama kamu yang sakit sin?" ternyata mama sinta mengalami sakit infeksi usus, pantas saja sinta selama di sekolah tadi sering bengong dan kalau ditanya selalu tidak nyambung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar