Fotografi
black and white
Secara
umum foto black and white atau bahasa dalam dunia fotografi disebut BW adalah
sebuah foto yang hanya mempunyai dua warna saja yaitu hitam dan putih, yaa itu
sudah jelas, tapi jika kita teliti lebih detail lagi sebenarnya foto BW itu
mempuntai warna yang tidak hanya hitam dan putih saja, tapi dari warna hitam
menuju ke putih, ya itulah kenyataanya, Foto BW sendiri di indonesia cukup
banyak peminatnya.
Memotret
dalam BW memang memiliki keunikan dan keasyikan tersendiri. Elemen hitam putih
dalam fotografi dapat memperkuat kesan dramatis, misterius tapi tetap abadi tak
lekang dimakan waktu. Persis seperti ketika saya membolak-balik foto hitam
putih waktu saya kecil dulu,sisi memorinya bisa dengan kuat tertangkap tapi
tidak pernah membosankan.
Namun
ada yang perlu di ingat, tidak semua foto dalam katagori fotografi bisa di BW,
tergantung dari foto tersebut apakah pantas untuk di BW atau tidak, jika tidak
cocok maka jangan paksa untuk di edit BW agar hasilnya tidak jelek.
Berikut ini tips-tips dan contoh kapan foto B&W terasa lebih
kuat untuk foto-foto tertentu.
1.
WARNA
BISA MENGGANGGU
Biasanya, saya mengubah foto menjadi Black and White
karena ada warna yang terlalu Mecolok di latar belakang, sehingga bisa
mengganggu fokus pemirsa dari subjek yang ingin ditonjolkan. Ini salah satu
sebabnya banyak fotografi jenis candids, street photography atau fotojurnalistik
yang diubah menjadi BW. Penyebab utamanya adalah karena saat memotret,
fotografer tidak bisa sepenuhnya mengendalikan elemen-elemen warna di latar
belakang. Dengan mengubahnya menjadi BW, fokus pemirsa akan lebih
2. FOKUS
KE TEKSTUR, BENTUK DAN PENCAHAYAAN
Ketika kita menghilangkan elemen warna. Kita secara
otomatis meningkatkan perhatian ke tekstur, bentuk dan pencahayaan. Maka itu,
foto BW sering juga dipakai untuk foto pemandangan. Terutama saat tekstur,
pencahayaan lagi dramatis-dramatisnya. Contohnya seperti formasi awan yang
dramatis, pencahayaan dari belakang (backlight), atau tekstur dan bentuk alami
dari fenomena alam.
3. SUASANA KLASIK
BW juga bagus
untuk foto-foto bernuansa klasik / timeless. Foto seperti bangunan tua (candi,
gedung tua, reruntuhan, pelabuhan tua) semuanya bisa dibuat suasananya seperti
di masa lalu dengan konversi BW. Hal ini karena saat melihat BW, kesan masa
lalu dan nostalgia lebih kental daripada foto berwarna. Dalam sejarah
fotografi, meskipun sudah ditemukan sejak akhir abad ke-19, foto warna baru
digunakan secara luas setelah tahun 1960an.
4. POTRAIT
Dan yang terakhir, BW juga bisa untuk diaplikasikan ke portrait (foto
orang) ketika kita ingin lebih menonjolkan karakter dan ekspresi dari
subjek foto daripada hal-hal lainya.
Berikut ada tips tentang bagaimana
menghasilkan foto hitam putih yang baik :
1 . FOKUS PADA KONTRAS
Fotografi hitam putih adalah tentang
menangkap obyek hitam, putih dan nada tone diantaranya.Carilah obyek yang
mengandung perbedaan hitam putihnya nyata,karena obyek yang mengandung kontras
yang tinggi akan menjadi sebuah foto hitam putih yang enak untuk dilihat.
2 . FOKUS PADA TEKSTUR
Unsur
hitam putih akan terlihat lebih kuat dan nyata pada obyek yang bertekstur dan
obyek yang memiliki pola berulang-ulang. Misalnya; keriput pada wajah orang
tua, tiang-tiang pada bangunan tua yang tertimpa cahaya dari samping. Jadi jika
anda bertemu dengan obyek yang memiliki tekstur atau pola yang sekiranya bagus
untuk dibuat foto hitam putih,
4 . POTRAITLAH DALAM MODUS WARNA
Hal ini khususnya ditujukan bagi para
pengguna kamera digital. Modus warna pada kamera digital akan merekam rentang
warna dengan lebih baik, sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih luwes
dalam nada warna ketika akan dikonversikan ke dalam hitam putih lewat software editing
foto.
Berikut adalah beberapa contoh foto BW yang sudah sedikit di edit:



mantap mas..
BalasHapusada jual psd atau tutorial photoshop editing gak mas?
balas ya mas :D thanks